B. Arab

Pertanyaan

berita pemecatan khalid dari Panglima komando perang tidak Diberitahukan kepada pasukannya

1 Jawaban

  • Pemecatan Khalid oleh Umar

    Umar sekali lagi mengeluarkan kebijakan yang mengejutkan dengan memberhentikan Khalid secara total dari pasukan. Khalid dianggap terlalu berlebihan dengan memberikan ganjaran 10.000 Dirham untuk seorang penyair yang memuji dirinya. Ini dianggap sebuah pemborosan. Tahun 638 M, Khalid pun kembali ke Madinah dan secara normal agak memprotes pemberhentiannya. Namun pada akhirnya, Khalid ibn Al-Walid tetap setia pada pemimpin dan agamanya. Ia menerima keputusan pemberhentiannya.

    Demi Allah, jika Kamu menunjuk seorang anak kecil untuk memimpinku, aku akan menaatinya. Bagaimana mungkin aku tidak menaatimu ketika derajat ke-Islamanmu jauh lebih daripada aku dan Kamu telah dijuluki sebagai “yang Dipercaya oleh Nabi”? Aku tidak akan pernah mencapai status itu. Aku umumkan di sini dan sekarang bahwa aku telah mendedikasikan diriku menuju jalan Allah yang Maha Tinggi. Khalid mengatakan ini pada Abu Ubaydah setelah dibebastugaskan dari jabatannya oleh Umar tanpa diberitahukan alasannya.

    Satu hal yang mungkin tidak bisa dimiliki oleh panglima perang lainnya adalah sifatnya yang jauh dari keangkuhan dan penuh kemurnian tujuan. Hal ini ditunjukkannya ketika menerima dengan penuh kelapangan dada kebijakan khalifahnya yang menurunkan jabatannya dan bahkan memberhentikannya dari pasukan. Sungguh sangat mungkin baginya memberontak pada khalifah karena pasukannya yang sangat mencintai diri jenderalnya. Ia hanya berkata,
    “Saya tidak berperang untuk Umar.”

    Bahkan yang menjadi kekesalannya ketika diberhentikan bukanlah kekesalannya yang harus kehilangan jabatan, tetapi kekesalan karena tidak bisa lagi berperang membela agamanya dan mencapai cita-citanya untuk mati di medan perang.

    Khalifah Umar yang besar, memecat Khalid dari kedudukannya sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Perang Islam, sama sekali bukan karena dengki. Dia terlalu baik untuk dihubung-hubungkan dengan kedengkian semacam itu. Sir William Muir bahkan menulis: “Pemimpin militer harus juga memberi tempat bagi pejabat sipil untuk naik, pedang kepada pena, dan Khalid kepada Abu Ubaidah. Sama sekali tidak ada maksud-maksud tersembunyi yang telah mendorong Umar untuk
    mengganti Khalid dengan Abu Ubaidah. Juga sama sekali tidak ada kebencian pribadi yang mempengaruhinya. Umar terlalu besar untuk berbuat sekerdil itu.’ (Kekhalifahan-Kebangkitan, Kemunduran dan Kejatuhannya). Umar bahkan mencoba menghilangkan kesalahpahaman yang terjadi di kalangan masyarakat tentang pemecatan Khalid bin Walid. Beliau menyebar pengumuman resmi ke berbagai provinsi membantah isu-isu yang beredar bahwa beliau memecat Khalid karena kesalahannya. Ia menjelaskan pemecatan itu semata-mata karena masyarakat mulai lebih percaya kepada Khalid daripada percaya kepada Allah SWT….

Pertanyaan Lainnya