apakah campuran berikut ini bersifat penyagga? Jika ya, tuliskan komponen penyangganya. a. 50mL larutan NH3 0,1 M + 25mL larutan (NH4)2SO4 0,1 M b. 50mL laruran
Pertanyaan
a. 50mL larutan NH3 0,1 M + 25mL larutan (NH4)2SO4 0,1 M
b. 50mL laruran H3PO4 0,1 M + 50mL larutan NaH2PO4 0,1 M
c. 50mL larutan NaH2PO4 0,1 M + 50mL larutan NaHPO4 0,1 M
d. 50mL larutan H2CO3 0,05 M + 50mL larutan NaHCO3 0,1 M
e. 50mL larutan H2SO4 0,1 M + 50mL larutan NaHSO4 0,1M
1 Jawaban
-
1. Jawaban junhammady
Berikut ini adalah identifikasi larutan buffer:
(A) 50mL larutan NH3 0,1 M + 25mL larutan (NH4)2SO4 0,1 M
Larutan : Penyangga basa
basa lemah : NH3
Asam konjugasi : (NH4)2SO4
sistem penyangga basa terbentuk dari basa lemah dan asam konjugasinya.
(B) 50mL laruran H3PO4 0,1 M + 50mL larutan NaH2PO4 0,1 M
Larutan : Penyangga asam
Asam lemah : H3PO4
Basa konjugasi : NaH2PO4
sistem penyangga asam terbentuk dari asam lemah dan basa konjugasinya.
(C) 50mL larutan NaH2PO4 0,1 M + 50mL larutan NaHPO4 0,1 M
Larutan : non-penyangga karena kedua larutan adalah garam dari asam lemah yaitu asam pospat (H3PO4). Sedangkan larutan ini tersusun dari campuran 2 garam pospat.
(D) 50mL larutan H2CO3 0,05 M + 50mL larutan NaHCO3 0,1 M
Larutan : penyangga asam
asam lemah : H2CO3
basa konjugasi : NaHCO3
sistem penyangga asam terbentuk dari asam lemah dan basa konjugasinya.
(E) 50mL larutan H2SO4 0,1 M + 50mL larutan NaHSO4 0,1M
Larutan : Bukan penyangga karena H2SO4 adalah asam kuat
Pembahasan
Larutan penyangga adalah suatu sistem larutan yang dapat mempertahankan nilai pH larutan agar tidak terjadi perubahan pH yang berarti oleh karena penambahan asam atau basa maupun pengenceran. Larutan ini disebut juga dengan larutan buffer atau dapar.
Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat berbagai reaksi kimia yang merupakan reaksi asam basa. Sebagai contoh, reaksi beberapa enzim pencernaan dalam sistem biologis. Enzim pepsin yang berfungsi memecah protein dalam lambung hanya dapat bekerja optimal dalam suasana asam, yakni pada sekitar pH 2. Dengan kata lain, jika enzim berada pada kondisi pH yang jauh berbeda dari pH optimal tersebut, maka enzim dapat menjadi tidak aktif bahkan rusak.
Larutan penyangga banyak digunakan dalam analisis kimia, biokimia dan mikrobiologi. Selain itu, dalam bidang industri, juga banyak digunakan pada proses seperti fotografi, electroplating (penyepuhan), pembuatan bir, penyamakan kulit, sintesis zat warna, sintesis obat-obatan, maupun penanganan limbah.
Larutan Penyangga asam
Larutan buffer asam mempertahankan pH pada suasana asam (pH < 7). Larutan buffer asam terdiri dari komponen asam lemah (HA) dan basa konjugasinya (A−). Larutan seperti ini dapat diperoleh dengan:
- mencampurkan asam lemah (HA) dengan garam basa konjugasinya (LA, yang dapat terionisasi menghasilkan ion A−)
- mencampurkan suatu asam lemah dalam jumlah berlebih dengan suatu basa kuat sehingga bereaksi menghasilkan garam basa konjugasi dari asam lemah tersebut.
Contoh: larutan penyangga yang mengandung CH3COOH dan CH3COO−
Larutan penyangga basa
Larutan buffer basa mempertahankan pH pada suasana basa (pH > 7). Larutan buffer basa terdiri dari komponen basa lemah (B) dan basa konjugasinya (BH+). Larutan seperti ini dapat diperoleh dengan:
- mencampurkan basa lemah (B) dengan garam asam konjugasinya (BHX, yang dapat terionisasi menghasilkan ion BH+)
- mencampurkan suatu basa lemah dalam jumlah berlebih dengan suatu asam kuat sehingga bereaksi menghasilkan garam asam konjugasi dari basa lemah tersebut.
Contoh: larutan penyangga yang mengandung NH3 dan NH4+
Pelajari lebih lanjut
- pH larutan buffer di link brainly.co.id/tugas/3809336
- larutan penyangga asam di link brainly.co.id/tugas/14390774
- larutan penyangga basa di link brainly.co.id/tugas/16082174
Detail tambahan
Kelas : XI SMA
Mapel : Kimia
Materi : Larutan Buffer
Kode : 11.7.8
Kata Kunci : larutan buffer, pH, larutan penyangga asam, larutan penyangga basa