Bagaimana produk stainless steel di hasilkan ?
Biologi
ikaaaiswatyafressf
Pertanyaan
Bagaimana produk stainless steel di hasilkan ?
1 Jawaban
-
1. Jawaban tasyaaaaaz
Stainless steel mengandung kurang lebih unsur 10,5% kromium, kandungan ini yang membuat proses korosi atau proses pengkaratan tidak berlaku pada bahan logam yang satu ini. Kromium ini akan memberikan semacam perlindungan pada bahan baja ini atau protective layer yang merupakan hasil dari oksidasi oksigen terhadap zat krom yang terjadi secara spontan.
1. Pertama-tama bahan baku yang berupa besi, krom, silikon, nikel, karbon nitrogen dan mangan akan dicairkan ke dalam tungku listrik, lama proses peleburan bahan-bahan ini setidaknya 8 sampai dengan 12 jam, dengan suhu panas yang konstan.
2. Setelah itu campuran yang sudah dileburkan akan dimasukkan / dicetak ke dalam lempeng mekar atau dapat disebut juga dengan bilet. Proses ini dilakukan sebelum mengambil bentuk semi padat. Setelah itu besi baja ini kemudian dibuat ke dalam beberapa jenis, seperti pipa baik tubing maupun hollow, lembaran / plat, hot rolling bar, AS / Behel, plat strip, bentuk siku, dan lainnya.
3. Pada kondisi seperti ini stainless akan menggunakan anil, untuk membuat logam ini dapat diatur dengan tekanan internal dan dapat melunak kemudian dapat diperkuat. Untuk membuat sebuah stainless steel ini diperlukan pemantauan yang berkala agar proses pematangan atau pengerasan bahan logam ini baik. Proses pemanasan dan juga proses pendinginan harus diperhatikan dengan baik, agar dapat menciptakan sebuah logam yang berkualitas dan tentunya juga kuat. Sifat keras atau tidak logam tersebut terbentuk dari suhu yang dibuatnya, seperti jika suhu pada proses pembuatan logam rendah, tentunya akan menghasilkan bahan yang kuat namun cenderung patah. Berbeda ketika menggunakan suhu yang tinggi maka akan menghasilkan bahan dengan kualitas rendah namun cenderung kuat. Panas atau tidak suhu yang digunakan ketika akan membuat bahan logam ini, akan membuat grade yang dihasilkan berbeda-beda.
4. De-scaling juga diperkenalkan dalam membuat stainless steel ini, ini adalah proses produksi yang menggunakan waktu yang berbeda, dan juga tergantung pada baja yang akan dihasilkan. Untuk membentuk bar dan juga kawat akan menggunakan tambahan rolling panas, kemudian proses penempaan dan juga pengekstruksi. Setelah melalui panas tertentu maka bahan lembaran dan juga kawat akan melalui proses anil.
Proses cutting juga sagat penting dalam proses pembuatan logam ini, terutama untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.
5. Kemudian sampai pada proses pemotongan dengan menggunakan pisau yang disebut dengan Guillotine dan juga bilah baja yang mempunyai kecepatan tinggi untuk blanking, dan juga memotong serangkaian lubang dengan cara bertumpuk. Stainless juga dapat dipotong dengan menggunakan metoda pemotongan api, ini adalah sebuah proses pemotongan menggunakan api yang dihasilkan oleh oksigen, propane dan bubuk besi. Jet pemotong plasma akan menggunakan kolom gas yang telah terionisasi dan mencair setelah itu logam akan dapat dipotong dengan baik.
6. Setelah tahap ini selesai, maka langkah terakhir yang akan dilakukan adalah proses pembuatan stainless steel, untuk itu penting untuk membuat permukaan logam menjadi halus dan juga reflektif. Pada tahap akhir ini akan membuat logam ini tahan terhadap korosi, dan membuat bahan jadi, dan siap untuk digunakan dalam berbagai macam sektor industry.
Pada tahap akhir ini dibuat melalui panas rolling yang cenderung menekan, setelah itu penempaan dan ekstruksi. Setelah itu akan masuk pada tahap pengelasan, dan diubah menjadi bentuk yang diinginkan. Dalam proses ini seluruh kegiatan akan dimonitor, setelah itu materi yang berhasil dibuat pun akan diperiksa, terutama dalam sifat mekanik agar bahan logam ini dapat bertahan lama.