Carilah Penggunaan Majas yang sama dalam hikayat bayan budiman ???? 1.majar antonomia 2.majas metafora 3.majas hiperbola 4.majas perbandingan Minta bantuannya k
B. Indonesia
krcikhwan
Pertanyaan
Carilah Penggunaan Majas yang sama dalam hikayat bayan budiman ????
1.majar antonomia
2.majas metafora
3.majas hiperbola
4.majas perbandingan
Minta bantuannya kak
1.majar antonomia
2.majas metafora
3.majas hiperbola
4.majas perbandingan
Minta bantuannya kak
1 Jawaban
-
1. Jawaban RaisaArifah
A. Majas Perumpamaan atau Asosiasi
Yaitu majas yang menggunakan gaya bahasa membandingkan dua hal yang pada hakikatnya berbeda tapi sengaja dianggap sama. Majas ini sering menggunakan kata seumpama, seperti, bagai, bagaikan, dan laksana.
Semangat Ubay membara bagaikan api.
Mukamu indah seperti mentari.
B. Majas Metafora
Majas metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan sesuatu secara langsung tanpa kata penghubung. Sederhananya
metafora adalah membandingkan dua hal secara langsung sehingga memiliki makna baru
C. Majas Personifikasi
Personifikasi adalah gaya bahasa yang membandingkan benda-benda tak bernyawa dan membuatnya seolah-olah memiliki sifat hidup, dan dapat berbuat layaknya makhluk hidup.
Contoh:
Peluru mengoyak tubuh Andi.
Badai menerjang Jakarta.
Peluit panjang wasit menjerit menandai berakhirnya pertandingan futsal Sintesa vs Hidayatullah.
Kabut tebal menyelimuti pemukiman di sebagian besar desa Magetan.
D. Majas Alegori
Majas alegori adalah gaya bahasa yang menyatakan perbandingan antara satu hal yang bertautan dengan hal lain.
Contoh:
Suami adalah nahkoda, istri adalah juru mudi dalam sebuah bahtera rumah tangga.
Majas alegori juga sering berbentuk cerita yang mengandung pesan-pesan moral.
Contoh lainnya dalam bentuk yang lebih panjang;
Perjalanan hidup seseorang tak dapat ditebak, bak air dalam sungai yang kadang menyusuri tebing-tebing, kadang-kadang menabrak bebatuan, sesekali bermuara dalam indahnya hilir, tak jarang pula berakhir diperairan dangkal.
2. Majas/Gaya Bahasa Pertentangan
Majas pertentangan adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kias yang bertentangan dengan apa yang dimaksud oleh pembicara atau penulis dengan tujuan untuk memberi kesan dan efek “wah” pada kalimat sehingga terkesan hebat oleh pembaca atau pendengar.
Majas pertentangan secara umum dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:
A. Majas Hiperbola
Gaya bahasa atau majas yang memberi efek berlebih-lebihan dengan tujuan memberi kesan mendalam dan gampang diingat.
Contoh:
Tubuh rahmat tinggal kulit pembalut tulang.
Suara Said menggelegar membelah langit.
B. Majas Litotes
Litotes adalah majas/gaya bahasa yang merupakan
lawan dari hiperbola . Majas Litotes menyatakan sesuatu dengan berlawanan dari aslinya dengan cara mengecilkan atau memperhalus keadaan dengan tujuan merendahkan diri. Gaya bahasa ini juga disebut majas hiperbola negative .
Contoh:
Maafkan kami sebagai tuan rumah tak bisa memberi apa apa, hanya air untuk sekedar membasahi kerongkongan.
Aku bukanlah apa-apa, hanya orang bodoh yang sedang berusaha belajar lebih banyak.
Karyaku tentu jauh dari sempurna, oleh karena itu aku sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari pembaca.
C. Majas Ironi
Majas ironi adalah gaya bahasa yang menyatakan makna berlawanan dengan maksud sebagai sindiran.
Contoh:
Bagus betul apa yang kamu katakana, sehingga membuat pengemis itu menangis.
Dia memang anak yang pandai, sampai-sampai tidak naik kelas 3.
D. Majas Antithesis
Majas antithesis adalah majas yang menggunakan gaya bahasa dengan kata yang berlawanan makna
Contoh: Semua golongan, tua muda, besar kecil, ikut merayakan pesta di balai kota.
E. Majas Paradoks
Majas paradoks adalah majas dengan gaya bahasa yang bertentangan antara fakta yang ada dan pernyataan.
Contoh:
Hatiku merasa sedih di tengah suasana gembira ini.
Ada seseorang yang merasa sendiri di tengah ramainya suasana café.
3. Majas/Gaya Bahasa Sindiran
Majas sindiran, sesuai namanya yaitu majas dengan gaya bahasa sindiran. Sindiran ditujukan untuk meningkatkan kesan pembaca/pendengar terhadap sebuah tulisan/pembicaraan.
Majas sindiran dibagi menjadi beberapa macam, antara lain:
A. Majas Sinisme
Majas sinisme adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata sebagai sindiran seara langsung. Majas ini sering digunakan untuk mencemooh, mengancam, atau menjatuhkan dan mengecam seseorang.
Contoh:
Apa yang kamu lakukan? Kamu piker apa yang kamu perbuat mencerminkan sikap seorang ksatria?
Korupsi, kolusi, nepotisme. Wakil rakyat itu memang selalu identic dengan tindakan kotor itu.
Jangan sok memamerkan barang-barang barumu, toh itu hanya meminta dari orang tua mu.
Bisa-bisanya kau tertawa dengan kenyataan seperti itu?
Setelah penghianatan yang kamu lakukan terhadap orang terkasihmu, bisa-bisanya kamu merasa senang.
B. Majas Sarkasme
Majas sarkarme termasuk majas sindiran paling keras. Majas ini sering menggunakan gaya bahasa dengan kata-kata kasar dan disebut/diucap secara langsung. Orang yang sedang marah biasanya menggunakan kata-kata sarkasme.
Contoh:
Dasar! Apa yang telah kau lakukan pada kaca mobilku? Hal sepele saja kau tidak becus mengurusnya.
Astaga, begini kelakuanmu setelah belajar bertahun-tahun, pulang malam keluyuran. Buat apa sekolah mahal-mahal keluar negeri?
Malu aku melihatmu, setelah kau permalukan dirimu dengan berbuat dosa itu. Pergi kau, dasar otak udang.
Kurang ajar, dasar karyawan tak tau diuntung. Sudah digaji, diberi makan, masih menipu pula. Pergi sana!