Sejarah

Pertanyaan

Awal keruntuhan dinasti han

1 Jawaban

  • A. Faktor Internal
    Sejak 180 Masehi, kekaisaran Han sudah mulai melemah. Kaisarnya hanya mencari kesenangan dan hiburan saja. Para kasim istana sejak 98 M berebut kekuasaan dengan sarjana-pejabat dan jenderal militer. Pada 189 M, Dong Zhuo membunuh kaisar Shao yang baru berumur 13 tahun. Dan menggantikan kaisar Shao dengan adiknya.
    Muncul masalah perekonomian di dinasti Han. Dimana dinasti Han kesulitan mendapatkan uang pajak dari petani. Pajak ini di gunakan untuk mendanai kekaisaran dan tentara yang membela dinasti Han. Sarjana dan pejabat di bebaskan dari sistem pajak sehingga pajak hanya dibebankan kepada petani. Ketika pejabat pemungut pajak datang kepada petani untuk memungut pajak, para petani memiliki sistem peringatan dini kepada sesama petani. Sehingga uang pajak hanya sedikit yang terkumpul. Akibatnya negara mengalami kesulitan keuangan.
    Para petani kabur dari pemungut pajak karena merasa mereka tidak mampu mencukupi kebutuhannya sendiri. Populasi tumbuh dengan cepat tidak diiringi oleh pertumbuhan lahan pertanian.
    Salah satu alasan bahwa para petani melarikan diri di rumor pemungut pajak adalah bahwa mereka berusaha untuk bertahan hidup pada plot yang lebih kecil dan lebih kecil dari lahan pertanian.
    Otoritas dinasti Han diganggu oleh kelompok-kelompok keagamaan Dao. Menjelang akhir kekuasaan dinasti Han, muncul pemberontakan Sorban Kuning serta pemberontakan Lima Takar Beras.
    Sepeninggal Kaisar Ling ( memerintah antara 168-189 M) para kasim istana dibantai oleh para pejabat militer, sehingga memungkinkan para aristokrat dan gubernur militer mendirikan kerajaan kecil dan membagi-bagi kekuasaan kekaisaran. Terdapat tiga kerajaan besar Yaitu Wei (dipimpin oleh Cao Cao), Wu (dipimpin oleh Liu Bei) dan Shu (dipimpin oleh Sun Quan). Cao Cao merupakan Perdana Menteri. Kemudian ketika Cao Pi (Anak Cao Cao), Raja Wei, merebut tahta dari kaisar Xian, maka runtuhlah dinasti Han.
    B. Eksternal
    Dinasti Han mendapat ancaman dari bangsa nomaden. Di wilayah utara dan barat, China berbatasan dengan padang pasir yang dikuasai oleh Uighur, Kazakh, Mongol, Jurchens (Manchu), dan Xiongnu.
    Selama masa kemakmuran, petani hanya akan membayar upeti (pajak) kepada pengembara untuk mendapatkan perlindungan dari suku-suku nomaden lainnya. Kaisar bahkan memberikan penawaran yaitu putrinya sebagai pengantin untuk suku-suku nomaden untuk menjaga perdamaian.
    Perang dengan Sino dan Xiongnu dari 133 SM sampai 89 M. Selama lebih dari 2 Abad, orang Cina dan Sino-Xiongnu berperang di wilayah barat Cina. Daerah perang merupakan jalur perdangan sutera. Akibatnya perdagangan mengalami kemunduran. Pada 89 M, dinasti Han menghancurkan Xiaongnu. Setelah kekalahannya, orang Xiaongnu ini pergi ke barat dan berkumpul dengan orang nomaden lainnya. Mereka membentuk etnis yang baru yaitu Hun. Keturunan Xiaongnu ini akan membuat beberapa negara besar lain mengalami keruntuhannya.

    maaf klo salah

Pertanyaan Lainnya