buatlah kesimpulan dari tim afirmasi dalam debat tentang tawuran remaja terjadi karena anak yang cenderung brutal
B. Indonesia
kadek150
Pertanyaan
buatlah kesimpulan dari tim afirmasi dalam debat tentang tawuran remaja terjadi karena anak yang cenderung brutal
1 Jawaban
-
1. Jawaban danangsoeryosembodo
1. Menurut saya tawuran antarpelajar tidak saja teriadi karena karakter anak-anak yang cenderung brutal. Lebih dari itu, tawuran terjadi karena anak- anak mendapat teladan yang kurang baik dari para pemimpdang sakit. Masyarakat lelah dengan tuntutan kehidupan yang keras Sepakbola yang seharusnya menjadi ajang untuk menumbuhkan sportivitas dan menjalin persatuan justru menjadi pelampiasan rasa'tidak puas' rakyat terhadap kehidupan. Himbauan pemimpin dan tindakan tegas dari kepolisian terbukti tidak sanggup menghentikan aksi brutal para support sepak bola di tanah ar Tewasnya dua suporter bola di tanah air dalam bentrok antar supporter bola dalam laga Piala TNI baru-baru ini makin menguatkan dugaaan bahwa masyarakat kita sedang sakit.
4. Banyak masyarakat beranggapan bahwa perubahan cuaca menjadi penyebab seseorang gampang sakit. Padahal yang terjadi tidak seperti itu. Ketika fisik seseorang kehujanan, kelelahan, kemudian terkena kuman ia akan lebih mudah sakit. Artinya, sakit itu disebabkan oleh kuman, bukan perubahan cuaca
5. Penolakan terhadap pelaksanaan Ujian nasional Berbasis Komputer(UNBK) tidak seharusnya terjadi. Sebaliknya, malah UNBK patut didukung Selain dapat menekan penggunaan kertas memepercepat penilaian hasil ujian secara akurat juga dapat menckan angka kebocoran soal.
Tanyakan detil pertanyaan Ikuti tidak puas? sampaikan! dari Salwalaily 27.01.2017
Jawabanmu
JAWABAN PALING CERDAS!
Kamiyoshi
Kamiyoshi Pemula
1. Tawuran pelajar terjadi karena karakter anak anak yang cenderung brutal
2. Bencana alam disebabkan oleh ulah manusia.
3. Aksi brutal para supporter sepak bola akhir-akhir ini merupakan bukti bahwa masyarakat sedang sakit
4. Anggapan bahwa perubahan cuaca menjadi penyebab seseorang jatuh sakit.
5. Penolakan terhadap plaksanaan Ujian nasional Berbasis Kompute