Bagaimana komunis bisa masuk dan berkembang di indonesia
PPKn
Rrrrapiong
Pertanyaan
Bagaimana komunis bisa masuk dan berkembang di indonesia
1 Jawaban
-
1. Jawaban Reastiar1318
Ideologi atau faham Komunis dibawa pertama kali ke Indonesia oleh Hendricus Josephus Fransiscus Maria Sneevliet pada tahun 1913. Sneevliet merupakan bekas Ketua Sekretariat Buruh Nasional dan merupakan bekas pimpinan Partai Revolusioner Sosialis di Negeri Belanda. Dia datang pertama kali ke Indonesia adalah sebagai seorang wartawan di redaksi Soerabajasche Handelsblad. Setelah itu, dia memutuskan untuk pergi ke Semarang, dan disana dia bekerja menjadi seorang sekretaris di sebuah perusahaan dagang. Ketika itu, Semarang merupakan pusat buruh kereta api Vereeniging van Spoor en Tramweg Personeel (VSTP). Dan lewat VSTP tersebut Sneevliet mencoba untuk menyebarluaskan ideologi komunis. Pada bulan Juli 1914 Sneevliet bersama dengan H.W. Dekker, J.A. Branstedder, P.Bersgma mendirikan sebuah organisasi baru yang radikal yaitu, Indische Social Democratische Vereeniging (ISDV) atau Serikat Sosial Demokrasi Hindia.
Untuk mempropagandakan ideologi komunis tersebut, ISDV membuat sebuah surat kabar yang bernama Het Vrije Woord (Suara Kebebasan). Namun usaha-usaha yang dilakukan oleh ISDV tersebut mengalami hasil yang kurang memuaskan. Ini dikarenakan anggota ISDV terbatas hanya kepada orang-orang Belanda saja. Untuk itu, dalam rangka memperluas pengaruh dan memperbanyak anggotanya, maka ISDV mencoba untuk mendekati organisasi Sarekat Islam (SI) yang pada waktu itu merupakan organisasi yang cukup besar dengan anggotanya mencapai ratusan ribu orang. SI merupakan organisasi yang pan-islamisme yang anti kolonialisme dan kapitalisme. Hai ini tentu yang diharapkan oleh organisasi ISDV yang berhaluan komunis. Untuk itu Sneevliet bermaksud menyusup ke-SI dengan mula-mula mendekati dan mempengaruhi pemimpin Sarekat Islam.
Selain terhadap SI, ISDV-pun mengadakan propaganda di lingkungan angkatan Perang, yaitu AD dan AL. Karena aktivitasnya yang dianggap mengganggu keamanan, akhirnya pada bulan November 1918 Sneevliet diusir dari Hindia Belanda. Meskipun telah diusir, namun Sneevliet setidaknya sudah menanamkan ideologi Komunis di tubuh angkatan perang dan juga Sarekat Islam. Di lingkungan Sarekat Islam, ISDV berhasil mempengaruhi pimpinan Semarang yaitu Semaun dan Darsono yang juga merupakan bagian dari anggota VSTP. Setelah dirasa mempunyai pondasi, pada tanggal 23 Mei 1920, di Gedung Sarekat Islam Semarang, ISDV mengubah namanya menjadi Perserikatan Komunis di Indie (PKI). Semaun dipilih sebgai ketuanya dan Darsono sebagai wakilnya. Beberapa tokoh ISDV yang merupakan orang Belanda diangkat sebagai pendamping, antara lain seperti Bersgma sebagai sekretaris, Dekker sebagai Bendahara dan A. Baars sebagai anggota. Media yang digunakan dalam penyampaian ideologi komunis adalah dengan debentuknya redaksi Soeara Ra’jat. Meskipun Semaun dan Darsono telah menjadi pemimpin PKI, namun mereka tetap menjadi ketua Sarekat Islam Semarang, yang sekaligus memimpin media massa Si yaitu Sinar Hindia. Aktivitas PKI dan SI Semarang berjalan secara berdampingan. SI Semarang banyak mendirikan sekolah-sekolah SI, namun kepada murid-muridnya banyak diajarkan ideologi-ideologi komunis, salah satunya adalah dengan diajarkannya lagu Internasionale yaitu lagu Komunis.
Maaf ya kak klo kepanjangan. Semoga membantu yak!!! Makasih :)