Jelaskan perpecahan sarekat islam
Sejarah
Kuaci45
Pertanyaan
Jelaskan perpecahan sarekat islam
1 Jawaban
-
1. Jawaban daffaclasher
1 Benih-Benih Perpecahan
Pada tahun 1914 berdiri organisasi berpaham sosialis yang didirikan oleh Sneevlit, yaitu ISDV (Indische Social Democratische Vereeniging). Namun organisasi yang didirikan orang Belanda di Indonesia ini tidak mendapat simpati rakyat, oleh karena itu diadakan "Gerakan Penyusupan" ke dalam tubuh Serikat Islam yang akhirnya berhasil mempengaruhi tokoh-tokoh Serikat Islam muda seperti Semaun, Darsono, Tan Malaka, dan Alimin
Dan pada bulan November 1920, SI dan PKI terlibat pertikaian terbuka dan tidak terdamaikan ketika surat kabar PKI berbahasa Belanda, "Het Vrije Woord", menerbitkan tesis-tesis Lenin tentang masalah-masalah nasional dan penjajahan, yang berisi kecaman-kecaman terhadap Pan-Islamisme. SI yang pada saat itu memiliki orang-orang seperti Haji Agus Salim (1884-1954), mantan konsulat Belanda di Jeddah, yang menjadikan Pan-Islamisme dan modernisme sebagai dasar menjalankan kegiatan politik, membawa SI menerapkan "disiplin partai" yang disetujui pada kongres SI bulan Oktober tahun 1921. Dengan adanya "disiplin partai", maka seorang anggota SI tidak mungkin lagi menjadi anggota partai lain. Anggota-anggota PKI kini dikeluarkan dari SI, tetapi pertikaian tetap harus diselesaikan di setiap cabang SI. Sebagai akibatnya, SI terpecah menjadi dua yaitu "SI Putih" dan "SI Merah". Tan Malaka -salah satu tokoh pergerakan- sendiri pernah melakuan beberapa usaha untuk memulihkan kerjasama atara SI dengan PKI, namun usaha itu menemui jalan buntu. Dengan melemparkan mereka (barisan komunis) keluar dari organisasi utama, jumlah mereka yang kecil akan terlihat dan prestise mereka dihancurkan
Akibatnya banyak anggota Serikat Islam yang menjadi sosialis terutama Serikat Islam cabang Semarang. Sejak inilah keanggotaan Serikat Islam pecah menjadi dua yang disebut Serikat Islam Merah yang berhaluan Komunis dan Serikat Islam Putih yang asli. Serikat Islam Merah dipimpin oleh Semaun dan Tan Malaka, Serikat Islam Putih dipimpin oleh Agus Salim dan Abdul Muis, Cokroaminoto.
Benih perpecahan semakin jelas dan dua aliran itu tidak dapat dipersatukan kembali. Dalam Kongres Luar Biasa Central Sarekat Islam yang diselenggarakan tahun 1921 dibicarakan masalah disiplin partai. Abdul Muis (Wakil Ketua CSI) yang menjadi pejabat Ketua CSI menggantikan Tjokroaminoto yang masih berada di dalam penjara, memimpin kongres tersebut. Akhirnya Kongres tersebut mengeluarkan ketetapan aturan Disiplin Partai. Artinya, dengan dikeluarkannya aturan tersebut, golongan komunis yang diwakili oleh Semaoen dan Darsono, dikeluarkan dari Sarekat Islam. Dengan pemecatan Semaoen dari Sarekat Islam, maka Sarekat Islam pecah menjadi dua, yaitu Sarekat Islam Putih yang berasaskan kebangsaan keagamaan di bawah pimpinan Tjokroaminoto dan Sarekat Islam Merah yang berasaskan komunis di bawah pimpinan Semaoen yang berpusat di Semarang. Dalam kongres SI pada bulan Februari 1923 dia mendirikan Partai Sarekat Islam (PSI) yang memiliki "disiplin partai". Ia bertekad akan mendirikan cabang-cabang partai ini dimana saja yang ada cabang "SI Merah"nya. Sedangkan cabang Sarekat Islam yang mendapat pengaruh komunis menyatakan diri bernaung dalam Sarekat Rakyat dan pada tahun 1924, bersama dengan Perserikatan Komunis de Indie membentuk Partai Komunis Indonesia (PKI).
Pada periode antara tahun 1911-1923 Sarekat Islam menempuh garis perjuangan parlementer dan evolusioner. Artinya, Sarekat Islam mengadakan politik kerja sama dengan pemerintah kolonial. Namun setelah tahun 1923, Sarekat Islam menempuh garis perjuangan nonkooperatif. Artinya, organisasi tidak mau bekerja sama dengan pemerintah kolonial, atas nama dirinya sendiri. Kongres Partai Sarekat Islam tahun 1927 menegaskan bahwa tujuan perjuangan adalah mencapai kemerdekaan nasional berdasarkan agama Islam. Karena tujuannya adalah untuk mencapai kemerdekaan nasional maka Partai Sarekat Islam menggabungkaSn diri dengan Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI)
Akhirnya keragaman cara pandang di antara anggota partai, PSII pecah menjadi beberapa Partai politik diantaranya Partai Islam Indonesia dipimpim Sukman. PSSI Kartosuwiryo, PSSI Abikusno dan PSI sendiri. Perpecahan itu melemahkan PSII dalam Perjuangannya
semoga membantu