Sejarah

Pertanyaan

Jelaskan prestasi Abdul Malik bin Marwan

1 Jawaban

  • Yazid bin Mu’awiyah sebelum meninggal, mewasiatkan khilafah untuk anaknya yang bernama Mu’awiyah bin Yazid. Setelah Yazid meninggal, penduduk Syam membaiatnya dalam rangka memenuhi wasiat ayahnya. 
    Pada waktu itu ‘Abdullah bin Az-Zubair radhiyallahu ‘anhu telah dibaiat sebagai khalifah di negeri Hijaz dan kekuasaannya semakin besar. Mu’awiyah bin Yazid tidak berkeinginan jatuh dalam pertentangan dengan Ibnu Az-Zubair radhiyallahu ‘anhu. Oleh karena itu, beliau mengumumkan pengunduran diri dari kursi kekhalifahan tidak berapa lama setelah pengangkatannya. Kemudian beliau mengasingkan diri dari manusia sampai meninggalnya yang tidak lama berselang setelah. pengunduran diri. Dan beliau tidak menentukan siapapun sebagai pengganti.
    Dengan demikian khilafah yang syar’i dipegang oleh Amirul Mukminin Abdullah bin Az-Zubair radhiyallahu ‘anhu . Penduduk Iraq, Mesir, Afrika, Khurasan, dan mayoritas penduduk Syam membaiatnya. Lebih tepat dikatakan seluruh wilayah Islam kecuali sebagian kecil dari wilayah Syam bagian selatan yang mereka terbagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mendukung Bani Umayyah yang dipimpin oleh Hasan bin Malik, kelompok lain mendukung Ibnu Az-Zubair yang dipimpin oleh Adh­ Dhahhak bin Qais.Antara kedua kelompok ini terjadi pertempuran Marjuraahith. Pertempuran ini terjadi pada tahun 65 H. Pendukung Bani Umayyah mendapatkan kemenangan sehingga Marwan bin Al-Hakam rahimahullah berhasil menguasai Syam sedangkan Ibnu Az-Zubair tetap menjadi khalifah yang menguasai seluruh wilayah Islam. Marwan hanya memegang tampuk kekuasaan pada masa yang relatif singkat yaitu satu tahun kemudian dia meninggal pada tahun 65 H. Setelah dia meninggal, kekuasaan digantikan oleh anaknya yang bernama ‘Abdul Malik. 
     Abdul Malik bin Marwan menjabat khalifah kelima Dinasti Umayyah pada usia 39 tahun. Ia menjadi khalifah atas wasiat ayahnya, Marwan bin Hakam. Selama 21 tahun memerintah ia dianggap khalifah perkasa, negarawan berwibawa yang mampu memulihkan kesatuan kaum Muslimin.

    Setelah selesai pengangkatan baiat di Masjid Damaskus pada 65 Hijriyah, Khalifah Abdul Malik bin Marwan naik mimbar dan menyampaikan pidato singkat namun tegas yang dicatat sejraah. Di antara isi pidato itu adalah, “Aku bukan khalifah yang suka menyerah dan lemah, bukan juga seorang khalifah yang suka berunding, bukan juga seorang khalifah yang berakhlak rendah. Siapa yang nanti berkata begini dengan kepalanya, akan kujawab begini dengan pedangku.”

    Setelah ia turun dari mimbar, sejak saat itu wibawanya dirasakan oleh segenap hadirin. Mereka mendengarkan ucapannya dengan rasa hormat dan kepatuhan. 

Pertanyaan Lainnya